Sejarah Pendidikan Geografi UIN Suska RIau

Jejak Langkah Pendidikan Geografi UIN Suska Riau

Perjalanan Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Suska Riau adalah kisah tentang dedikasi untuk mengisi kekosongan pendidikan tinggi geografi di Bumi Lancang Kuning.

2018–2019: Fajar Baru Pendidikan Geografi di Riau

Sejarah resmi dimulai pada 19 Maret 2018. Berdasarkan SK Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI No. 291/KPT/I/2019, Prodi Pendidikan Geografi UIN Suska Riau resmi berdiri. Kehadirannya menjadi oase bagi para guru geografi di Riau (MGMP Geografi) yang selama ini merindukan adanya “induk” akademik di tingkat universitas lokal. Tokoh penting seperti almarhumah Dr. Hj. Nurasmawi, M.Pd., menjadi pilar di balik layar berdirinya prodi ini.

2020–2022: Menghadapi Tantangan & Membangun Fondasi

Di tengah pandemi global, prodi ini justru memperkuat identitasnya. Fokus utama adalah mengintegrasikan ilmu geografi dengan nilai-nilai Islam dan teknologi geospasial.

  • Laboratorium: Mulai dikembangkannya fasilitas Laboratorium Fisik serta Laboratorium GIS dan Penginderaan Jauh.
  • Kolaborasi: Pada tahun 2021, prodi resmi menjalin kerjasama erat dengan MGMP Geografi SMA/MA Kota Pekanbaru untuk pembinaan guru dan siswa dalam ajang seperti KSM dan KSN.
  • Milad ke-4 (2022): Menjadi momen refleksi emosional bagi civitas akademika dalam mempertegas visi menghasilkan “Geografer yang Pendidik”.

2023–2024: Era Prestasi dan Rekognisi Internasional

Tahun-tahun ini menjadi puncak prestasi bagi mahasiswa Pendidikan Geografi.

  • Prestasi: Mahasiswa mulai mendominasi kompetisi nasional dan internasional. Salah satu catatan emas adalah raihan Juara 1 Kompetisi Paper Tingkat Internasional pada tahun 2024.
  • Akademik: Penyelenggaraan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) Tematik, seperti ke Alahan Panjang, Sumatera Barat (November 2024), memperkuat kompetensi praktis mahasiswa dalam geologi dan geomorfologi.

2025: Tahun Akreditasi dan Standardisasi Mutu

Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam penjaminan mutu. Pada 2-3 Juli 2025, prodi melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) oleh LAMDIK. Proses ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan pembuktian bahwa kurikulum berbasis teknologi informasi geospasial yang dijalankan telah memenuhi standar nasional Baik Sekali.

2026: Transformasi Kurikulum Berbasis Integrasi Sains dan Islam

Memasuki tahun 2026, Program Studi Pendidikan Geografi melakukan lompatan strategis melalui rekonstruksi kurikulum secara menyeluruh. Perubahan ini dilakukan untuk menyelaraskan diri dengan Visi dan Misi terbaru UIN Suska Riau yang menekankan pada standar internasional serta integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) dengan nilai-nilai Islam yang moderat.

  • Kurikulum Terintegrasi: Pendidikan Geografi memperkenalkan mata kuliah inovatif yang menggabungkan analisis geospasial modern dengan etika lingkungan dalam perspektif Islam. Kurikulum baru ini memastikan lulusan tidak hanya mahir dalam teknologi pemetaan (GIS & Remote Sensing), tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dalam memandang fenomena geosfer.
  • Adaptasi Era Digital: Selaras dengan visi universitas yang “Gemilang dan Terbilang” di tingkat Asia, kurikulum 2026 memperkuat porsi Big Data Analytics dan Artificial Intelligence dalam studi kewilayahan. Hal ini bertujuan agar lulusan mampu bersaing di pasar kerja global serta menjadi agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
  • Implementasi MBKM Mandiri: Penguatan kurikulum juga diwujudkan melalui perluasan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang lebih terstruktur. Mahasiswa kini memiliki jalur spesialisasi yang lebih jelas, baik sebagai pendidik geografi yang profesional, peneliti geospasial, maupun praktisi kebencanaan yang berkarakter islami.
  • Output Global: Dengan kurikulum yang telah disesuaikan ini, pada tahun 2026, Pendidikan Geografi UIN Suska Riau berhasil memposisikan diri sebagai program studi yang kompetitif di level regional, menghasilkan lulusan yang siap menjawab tantangan kompleksitas keruangan dengan landasan moral yang kokoh.